20 July 2006

Membuat Webserver Sendiri

Membuat Web Server sendiri?

Oleh : Onno W. Purbo

Pada hari ini untuk membuat homepage, membuat file HTML tidak lah sulit. Cukup dengan menggunakan editor anda, seperti MSWord, mensave naskah yang anda edit dengan “Save As” dan memilih tipe dokumen “Web page” maka naskah yang kita ketik akan menjadi file-file HTML yang siap tayang di Web. Tinggal masalah tata letak & check link dari berbagai Univeral Resource Locator (URL) dari berbagai situs yang menjadi referensi di halaman Web yang kita gunakan. Dengan menggunakan editor Web yang profesional, seperti MS Frontpage, berbagai fasilitas check tersebut menjadi lebih mudah karena akan dilakukan secara automatis.

Biasanya pada MS Frontpage juga tersedia fasilitas personal Web server yang memungkinkan kita untuk men-test secara life halaman Web yang kita tulis dilihat dari browser Internet Explorer di desktop. Tentunya fasilitas yang di sediakan oleh sebuah personal Web server terbatas untuk di operasikan sebagai Web server yang betul-betul operasional untuk memberikan servis di Internet.

Untuk mengoperasikan Web server yang betulan yang di Internet, kebanyakan orang menggunakan software Apache. Apache merupakan software yang menggunakan lisensi GNU Public License (GPL) atau lebih dikenal sebagai software open source. Oleh karena itu Apache dapat diperoleh secara gratis di Internet, termasuk source code-nya tanpa kita perlu membajak software tersebut. Seperti umumnya software lain yang menggunakan lisensi GPL, umumnya beroperasi di sistem operasi yang mengunakan lisensi GPL juga seperti Linux atau FreeBSD. Jadi Apache ini juga beroperasi di Linux / FreeBSD. Oleh karena itu, praktis seluruh perangkat lunak yang digunakan gratis dan dapat diperoleh sampai source code-nya tanpa melanggar Hak Cipta sama sekali.

Secara praktis untuk membuat Web server menggunakan Apache di Linux, adalah membeli CD Linux yang banyak terdapat di toko-toko komputer yang di jual seharga Rp. 20.000-an tanpa membajak software sama sekali. Langkah selanjutnya tentunya menginstalasi Linux tersebut termasuk Web server-nya, setelah terinstall jika di perlukan maka kita perlu menset konfigurasi Linux yang kita gunakan (jika diperlukan saja).

Untuk menginstal Linux beserta Web server Apache tidak lah sukar sama sekali, sebagai contoh pada CD Linux RedHat kita cukup booting komputer dengan harddisk baru yang kosong yang akan kita jadikan Web server dengan dimasukan CD Linux RedHat pada CD-ROM drive-nya, kemudian kita akan booting dari CD-ROM. Instalasi RedHat akan dilakukan pada saat itu juga, ada beberapa pilihan instalasi, apakah kita akan menggunakan sebagai workstation, server atau custom installation. Web server Apache akan di instalasi secara automatis pada instalasi server atau custom installation. Tidak banyak yang perlu kita lakukan pada waktu instalasi, paling memasukan password untuk account root (administrator mesin), nama mesin (hostname), nomor IP address juga memberikan user lain yang ingin diberi account.

Setelah menunggu instalasi Linux dilakukan kira-kira butuh waktu 15-20 menit-an tergantung pilihan yang kita pilih, maka setelah selesai Linux sebetulnya sudah siap berfungsi sebagai Web server dengan hostname yang kita set di awal. Tentunya agar bisa dikenal di Internet kita perlu meregistrasi hostname & IP address tersebut di Internet melalui registrar yang ada. Untuk domain *.co.id, *.or.id, *.web.id registrasi dilakukan melalui IDNIC http://www.idnic.net.id.

Selanjutnya kita tinggal memasukan berkas-berkas HTML yang sudah kita edit di Web server Linux yang baru ini. Setting default direktori tempat menyimpan HTML tersebut berada di direktori

/home/httpd/html

File pertama (homepage) yang kita buat harus diberi nama index.html itu adalah standar yang digunakan di Web server. Setelah semua file HTML di simpan baik-baik dapat kita lihat file tersebut menggunakan browser di workstation pada alamat http://www.situs-anda-di-internet.com. Saya asumsikan nama domain yang anda pilih adalah situs-anda-di-internet.com.

Bagi user yang mempunyai login di mesin anda, mereka juga dapat membuat sendiri Web personal di mesin tersebut pada home direktori masing-masing user di direktori public_html. Misalnya user unyil di mesin anda, maka personal web server unyil di simpan di

/home/unyil/public_html

personal webpage milik unyil dapat di lihat pada alamat
http://www.situs-anda-di-internet.com/~unyil
tentunya semua ini akan menjadi lebih rumit jika anda menginginkan web server anda mempunyai beberapa domain name & juga harus melayani banyak sekali request (permintaan). File httpd.conf di directori /etc/httpd/conf menjadi penting untuk diperhatikan lebih lanjut.

Read More......

18 July 2006

Tip Membuat Website

MENDAFTARKAN DOMAIN KITA PADA RESELLER DAN MENYEDIAKAN SPACE UNTUK WEBSITE KITA.

Kita membutuhkan sebuah Alamat Website (domain/URL) yang mudah diingat, agar pengguna Internet dapat dengan mudah menemukan Website kita. Domain adalah nama dari website, misalnya yahoo.com, google.com, namaanda.com dan sebagainya.Sedangkan Hosting adalah tempat untuk menyimpan file di internet. Jika diibaratkan rumah, maka alamat rumah adalah domain, dan rumah tempat tinggal adalah hosting. Kita daftarkan pertama kali domain yang kita inginkan, misalnya namaanda.com. Kita membutuhkan Web Hosting setelah kita memiliki sebuah domain.

Untuk memiliki sebuah Website, diperlukan “Tempat” (”Space”) berupa Hard Disk di sebuah komputer/server untuk meletakkan halaman-halaman (file) Website kita. Halamanhalaman tersebut akan dapat diakses oleh seluruh pemakai Internet di dunia kapan saja. Servis Web Host menyediakan tempat di Internet di mana Website kita tinggal. Itu jauh lebih murah daripada kita membeli web server sendiri dan kita tidak perlu menggaji Teknisi untuk perawatan server kita. Perusahaan Web Hosting menyediakan perlengkapan Hardware, Software, Bandwidth, Data Center dan servis teknis yang kita butuhkan tanpa harus kita yang melakukan sendiri.

MENYIAPKAN ISI/CONTENT WEBSITE

Selanjutnya kita mempersiapkan design yang hendak kita gunakan untuk membangun website kita. Adapun design yang kita buat dapat menggunakan software tertentu bisa menggunakan macromedia dreamweaver atau fireworks tergantung kehendak kita. Kita juga dapat mengumpulkan bahan-bahan yang akan anda muat di Internet berupa text, gambar/foto atau suara.File text & gambar tersebutlah akan diakses oleh pengguna

Internet.

Selain itu, kita juga harus membuat program script apa yang hendak kita pakai untuk menjalankan web kita. Sehingga web kita dapat berjalan dinamis dan bukan statis.Program yang dapat kita gunakan contohnya PHP, Javascript, maupun ASP. Disamping programnya, database yang akan kita gunakan juga ditentukan sesuai program yang kita buat misalnya MySQL, Microsoft Access, AdoDB maupun yang lainnya.

MEMPROMOSIKAN WEBSITE KITA

Setelah website jadi, kita tidak bisa membiarkannya begitu saja website kita tanpa kita memanajenya. Adapun salah satu caranya adalah dengan mempromosikannya website kita di dunia internet itu sendiri. Salah satu cara yang paling penting dan terbukti efektif adalah dengan pertukaran banner dan mendaftarkannya pada search engine di internet (seperti Alta Vista, Google, Fast Search, HotBot, Lycos, Excite, NetCrawler, dll) Website yang telah kita buat, jangan dibiarkan saja tanpa kita kontrol dan kita awasi.

Kita hendaknya menganalisis setiap perkembangan hasil website kita dalam dunia internet. Bagaimana pengunjungnya setiap harinya apakah mengalami kenaikan atau malah sebaliknya, bagaimana dampaknya terhadap usaha kita apakah mengalami keuntungan ataupun kerugian harus kita analisis demi optimalnya website yang selama ini kita bangun.

Read More......